Buku Terbaru

Pengalamanku Berorganisasi



Awalnya, alasanku memilih masuk IPM adalah untuk menambah wawasan berorganisasi. Karena, waktu Aku SMP Aku belum pernah mengikuti organisasi apapun, bisa dikatakan Aku sangat tidak aktif dalam hal berorganisasi. Namun, setelah Aku memasuki SMA Aku mulai tertarik dengan organisasi. Awalya Aku memang takut karena Aku belum bisa, bahkan mengetahui Program Kerja saja enggan. Karena waktu terus berputar, berevolusilah diriku yang dulu menjadi yang sekarang. Aku memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang lain. Tapi, Aku bersyukur telah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku pernah mengikuti TM 1 di sekolahku, dan Aku dilantik dengan jabatan Sekretaris Kewirausahaan waktu itu. kemudian melanjutkan TM 2 di Banjarmasin. 

Pengalamanku bertambah, dan semakin mengerti apa itu arti sebuah materi yang kami pelajari. Jumat adalah hari dimana Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi ke Banjarmasin untuk mengikuti TM 2. Sesampainya Aku di sana tidak ada siapa pun kecuali temanku dari satu sekolah. Sebelum sholat jumat ada beberapa panitia yang datang ke tempat di mana TM 2 berlangsung kami di suruh masuk keruangan untuk beristirahat selagi orang sholat jumat. Beberapa menit kemudian, setelah selesai sholat jumat. Aku dan teman-temanku mengambil air suci untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur. Dilanjutkan dengan pembukaan TM 2 kami berkenalan, namun belum sempurna perkenalan kami di sambung dengan materi karena Ustadnya sudah datang. Tak lama kemudian adzan magrib berkumandang kami pun sholat berjamaah.

 Di hari pertamaku TM 2 Aku meneteskan air mata, Aku mendengarkan antunan ayat-ayat suci yang dibacakan oleh imam subhanallah ucapku dalam hati sungguh mengharukan mendengar ayat-ayat Al-quran dengan cara menghayatinya. Aku bukan orang yang pandai dalam menafsirkan al-quran namun saat itu hatiku tersentuh dengan lantunan ayat ayat suci Al-quran tersebut. Setelah selesai sholat, Aku berpikir jika saja semua umat dimuka bumi ini tersentuh hatinya dengan menghayati ayat-ayat Al-quran sudah pasti luar biasanya nikmatnya. Dilanjutkan dengan pembagian kelompok tadarus, tiba-tiba salah satu dari teman IPMawatiku mendadak asma lalu langsung di bawa kerumah sakit. Disamping itu Aku kagum melihat IPMawan yang memalingkan kepalanya. Karena dia tahu bahwa IPMawati yang asma itu adalah wanita yang bercadar. Oleh karena itu, ia memalingkan kepalanya karena cadarnya dilepas.

Tak begitu lama setelah kejadian itu, adzan isya berkumandang selagi kami sholat kemungkinan para panitia sudah menyiapkan makan malam untuk kami. Meskipun dengan makan sederhana kami mampu merasakan apa arti kebersamaan. Dilanjutkan dengan materi, setelah materi selesai. Kami disuruh untuk tidur. Namun, malam itu Aku belum bisa tidur entah kenapa beberapa jam kemudian Aku tidak menyadari bahwa Aku sudah tertidur.
Pada malam terakhir TM 2 kami bersama-sama menyanyikan lagu janji kader, untuk kedua kalinya Aku meneteskan air mata. Iya bisa dibilang Aku terlalu cengeng untuk hal yang mengharukan. Aku adalah tipikal orang yang mudah menangis apalagi membahas soal orang tua.

Suatu hari Aku terpilih menjadi ketua, untuk mengetuai sebuah kajian. Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Namun, disamping itu ada yang sangat membuatku tidak pernah merasa nyaman terhadap ketua umum disekolah ku. Awalnya, ia menyuruhku untuk memperbaiki piagam. NAMUN Aku TIDAK mempunyai keahlian untuk memperbaiki piagam itu tapi Aku hanya bisa bantu dengan memprint sampai tengah malam. Karena saat itu Aku sangat lelah jadi Aku tidur. Aku kira semua piagam itu sudah selesai semua ternyata belum. Aku bukannya tidak mau membantu untuk menyelesaikan piagam itu tapi yang Aku tahu tugas membuat piagam itu adalah sekretaris umum. Karena Aku ketuplak saat acara itu Aku merasa ada tanggung jawab juga dengan itu jadi Aku membantunya. Aku sudah terbebani dengan masalah acara RKTL yang sangat lambat karena tidak ada dana terus ditambah keterlambatan membuat piagam. Aku pernah berusaha untuk menyelesaikan piagam itu. Saat itu Aku mendatangi ketua umum sekolahku ternyata seketika melihatku ia langsung memalingkan kepala dan beranjak untuk menjauh mungkin orang lain pikirkan itu biasa saja. Tapi jika dipikirkan dengan seksama apa rasanya jika kita datang tapi tak diinginkan sekitar beberapa menit Aku tunggu ternyata dia sembunyi. Disitu Aku langsung pulang menaiki motor belum sempat menjalankan motor mataku sudah berkaca kaca setelah smpai dirumah cukuplah Aku untuk melampiaskan semuanya dengan cara menangis. Tiba tiba telpon ku berbunyi dengan isi pesan hei kamu dimana, kecepetan kita kerjain. Untuk sesabar kalinya. Namun, di balik semua itu pasti ada hikmahnya. Pengalaman ku memang belum banyak di dunia IPM tapi Alhamdulillah banyak ilmu yang sudah Aku terima.

Nadya
Peserta Lomba Cerita Aku dan IPM

No comments