Buku Terbaru

"CANDY"



CANDY, itu namaku. kenapa Candy? Mungkin karena wajahku semanis permen. Aku sangat gemar bermain gitar, namun Aku malu untuk menunjukannya kepada semua orang termaksud keluargaku, umurku 16 tahun, diumurku yang masih muda ini Aku sangat ingin melAkukan 3 hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya entah hal apakah itu, Aku belum tahu.

Ayahku bernama Sudtrisno dia seorang koki terkenal dengan masakan super pedas di cafe miliknya, dan bundaku bernama Agustin seorang guru TK di salah satu kota dimana Aku tinggal.

Sore itu hujan turun secara tiba-tiba, padahal Aku baru saja keluar dari toko buku langgananku. Di depan toko buku Aku berteduh, sambil melihat orang-orang yang berlarian kesana-kemari mencari tempat untuk berteduh. Tapi Aku bingung, mengapa tidak ada orang yang ingin berteduh di depan toko buku ini, ya walaupun tidak begitu luas, tapikan setidaknya meraka bisa berteduh sepertiku. Hari semakin menggelap, seorang pria berjalan  menghampiri toko buku dimana Aku berteduh, dia tidak hujan-hujanan karena dia memakai payung, tapi ternyata dia tidak menuju untuk ke toko buku ini melainkan menghampiriku, ternyata dia Ayahku, Ayahku membawakanku payung padahal tidak Aku minta. Ayah bilang kepadaku, “nak cepat pulang ada temanmu di rumah”, rumahku memang tak terlalu jauh dari toko buku ini, dan cafe Ayah pun sebenarnya berada di depan toko buku ini. Saat Ayah menyuruhku pulang Aku pun langsung menerjang hujan bersama Ayah dan bergesas pulang, ya karena Aku tahu siapa yang sedang menunggu dirumah, dan yang pasti Aku menerjang hujan tak dengan basah-basahan karena Aku memakai payung.

Sesampainya dirumah, ternyata dugaanku salah, tadinya Aku mengira Ridwan dan Ricel tetangga komplek sebelah yang datang untuk membawakan pesananku, tapi ternyata mereka adalah teman-temanku dari Pimpinan Ranting (PR) IPM sekolahku. Aku bersekolah di SMA Muhammadiyah, sekolah yang kubanggakan. Teman-teman datang kerumah karena ingin meminjam salah satu ruangan di cafe milik Ayahku untuk mengadakan kegiatan diskusi kader yang akan diadakan akhir bulan ini. Acara ini memang selalu di adakan setiap satu bulan sekali  yang diselengarakan bidang perkaderan PR IPM sekolahku, tapi baru kali ini mereka mengadakannya di cafe, biasanya mereka hanya mengadakannya di aula sekolah mantap ucapku.

Setelah Ayah mengizinkan atas peminjaman tempat, teman-teman pun pulang sambil berucap terima kasih pak kata mereka, saat mereka pulang akhirnya Ridwan dan Ricel datang ke rumah membawakan pesananku tiga hari yang lalu, Aku memesan 60 kaos yang bertulisan Aku anak IPM peduli lingkungan”, kenapa Aku pesan kaos bertulisan Aku anak IPM peduli lingkungan? Karena pekan ini Aku dan komunitas ekologi dari Pimpinan Daerah (PD) IPM di kotAku akan mengadakan acara tentang lingkungan di Lapangan Murjani, kami mengundang IPM se-kota Banjarbaru, dengan menargetkan sekitar 50 peserta. Sebelumnya Aku akan memberitahu apa sih itu IPM, IPM adalah singkatan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, IPM adalah salah satu organisasi ortonom (ortom) di Muhammadiyah. Awalnya dulu Aku tidak tertarik dengan organisasi ini, tapi ketika Aku tergabung di kepengurusan IPM, Aku merasakan bahwa organisasi ini menyenangkan, IPM perantara yang mebuatku berteman  dengan orang-orang yang baik dan hebat, Aku sangat termotivasi ketika mengikuti kegiatan-kegiatan di IPM karena pemateri dari Ayahanda dan Ibunda yang sangat luar biasa memberikan materinya.

Pagi ini, pagi dimana Aku dan teman-teman akan melaksanakan acara di Murjani dalam acara peduli lingkungan dan akan segera kami mulai, Alhamdulillah kami telah berhasil mengumpulkan sebanyak 48 peserta, acara ini cukup sederhana dan menggembirakan, kami mengajak semua pererta membersihkan lapangan dan membuangnya ketempat sampah, kemudian melukis tempat sampah menggunakan cat warna yang sudah di siapkan oleh panitia dan dilanjutkan dengan pengarahan oleh Bapak walikota tentang pentingnya menjaga lingkungan, sambil kami membagikan kaos yang kupesan waktu itu, juga makanan ringan seadanya, hari semakin memanas matahari tepat di atas kepala kami.

Siang itu acara yang kami adakan pun sudah  berakhir dengan sukses, Alhamdulillah, ucapku lega.Ndy beli minuman dingin yuk ucap Maria mengajakku ke warung, ayokk jawabku sambil menuju warung yang menjual minuman. Hari ini Aku merasa sangat lelah namun dibalik kelelahanku, Aku sangat senang karena bisa membantu mensukseskan acara ini, dulu Aku pernah mengikuti acara seperti ini waktu SMP, melukis tempat sampah, Aku mengingatnya karena saat itu Aku menjuarai tempat sampah terunik.

Karena Aku merasa lelah, Aku pun pulang kerumah lebih awal dari teman-temanku pulang duluan ya ucapku pamit, sesampainya di rumah perutku terasa sakit, mungkin ini tanda-tanda bahwa Aku sudah lapar, Bun, Aku pulang ucapku sambil menuju dapur, di dapur Aku bertemu bunda, emm tangan bunda bau terasi ucapku saat salim dengan bunda, iyalah bunda kan tadi bikin sambal, yaudah ayo makan dulu kamu laparkan?". Rupanya bunda memang tahu kalo Aku sudah lapar, Aku pun langsung makan saat itu karena memang sudah benar-benar lapar, nak, tadi Ayah menyuruh kamu ke café, ucap bunda sambil mencuci tangannya, iya bun, nanti habis makan dan mandi, Candy ke cafe Ayah” jawabku, setelah makan dan mandi Aku berangkat ke cafe Ayah. bun Candy berangkat dulu ucapku pada bunda, hati-hati nak sahut bunda dari dalam kamar, di perjalanan menuju cafe Ayah, Aku melihat dua anak laki-laki sekitar umur 10 tahun sedang berkelahi, saat itu sedikit orang yang berada disana, sebenarnya Aku tidak berani untuk lewat karena mereka membawa alat pukul ditangannya, tapi Aku bertekad untuk lewat bahkan Aku sempat menghalang mereka, saat itu Aku menghampiri mereka lalu berteriak, tentunya mereka yang sedang berkelahi tadi langsung terkagetkan dengan suaraku yang nyaring dan menatapku dengan muka mereka yang penuh amarah, disitu Aku berusaha memberhentikan perkelahian mereka dan akhirnya Aku berhasil memberhentikan mereka, ternyata mereka berkelahi hanya karena uang, mereka ingin makan lalu memperebutkan uang yang mereka dapat di jalanan, tidak berpikir panjang Aku langsung mengajak mereka ke cafe Ayah, sesampai Aku dicafe, Ayah bertanya padaku siapa ini nak? ucap Ayah bertanya padaku siapa anak laki-laki yang kubawa ini, teman Candy yah, mereka mau makan ucapku sambil mempersilahkan mereka berdua duduk di salah satu kursi di dalam cafe, Aku tidak sadar hari ini Aku telah melakukan satu hal yang tak pernah ku lakukan sebelumnya Aku telah bertekad memberanikan diri untuk menghalang mereka yang tadinya berkelahi, Aku merasa senang dengan diriku sendiri, gadis manis ini telah memberanikan dirinya untuk kebaikan, sebenarnya tadi Aku teringat salah satu ucapan dari ketua PD IPM yang katanya kita harus berani walau pun kita merasa tidak mampu, yang penting berani dulu itu ucapnya, karena terlalu memikirkan diriku sendiri Aku jadi lupa menanyakan Ayah mengapa Aku disuruh datang ke sini, Aku pun lagsung bertanya yah kata Bunda, Ayah menyuruh Candy ke sini ada apa? ucapku, ooh iya, Ayah baru ingat itu kemarin teman-teman kamu yang mau minjam tempat buat acara diskusi kader, itu dari universitas mana jas nya kuning-kuning? tanya Ayah, hahahaha Aku tertawa, Ayah pun jadi bingung mengapa Aku tertawa, lalu Aku menjelaskannya pada Ayah, sebenarnya itu dari sekolahku, mengapa mereka pakai jas kuning? Padahal seragam sekolahku tidak memakai jas, kubilang pada Ayah mereka anak IPM di sekolahku jasnya memang kuning, bukan anak kuliahan, kemudian Ayahku balik tertawa ooh hahaha Ayah kira anak kuliahan, keren tuh masih SMA sudah berani meminjam tempat di luar sekolah untuk kegiatan tanpa didampingi dengan guru ucap Ayah, “iya lah” ucapku dalam hati, anak IPM ya emang keren hehe, tapi bukan itu aja Ayah menyuruh kamu ke sini ucap Ayah kembali, ada apa lagi yah? tanyaku, ternyata Ayah menyuruhku menuliskan menu baru di papan menu, maklum coretan tanganku kan unik hehe, kalau Ayah yang nulis gak bagus kata Ayah, Aku pun menuliskan menu-menu baru di papan menu, sambil memandangi anak laki-laki yang tadi ku bawa ke cafe, betapa lahapnya mereka makan, Aku merasa sangat senang ketika melihat mereka saling akur kembali, Aku pun melanjutkan menulis menu, karena menu baru Ayah hanya dua, jadi Aku menghias papan tulis itu sehinga penuh dengan coretan tanganku, nih yah sudah selesai ucapku, wah bagus nya Ayah memuji ku. Ayah pun langsung memasangnya di depan cafe.

Beberapa hari kemudian, pagi itu Aku sudah harus pergi ke cafe Ayah, karena hari ini IPM di sekolahku mengadakan diskusi kader di cafe Ayah, karena ingin membantu menyiapkan jadi Aku datang pagi-pagi padahal diundangan Aku seharusnya datang jam 10, sesampai di cafe ternyata mereka sudah selesai menyiapkan ruangan, bahkan tidak hanya itu semuanya sudah siap, ini lah anak IPM yang sebenarnya bekerja dengan cepat dan tepat, kagum deh dengan kerja keras mereka, wah sudah siap ni ucapku pada mereka, iya nih Alhamdulillah, jadi bisa santai-santai dulu sebelum mulai jawab Yurin dia sekretaris umum PR IPM disekolahku.

Beberapa jam menunggu undangan datang, akhirnya ruangan ini pun penuh dengan tamu undangan, acara diskusi kader pun mereka mulai, dengan pemateri yang keren dan sangat luar biasa penyampaiannya, Aku yang tadi nya tidak terlalu paham tentang perkaderan pun menjadi lebih paham setelah mengikuti acara pada hari ini, ini lah yang membuatku senang mengikuti organisasi IPM Aku banyak mendapatkan ilmu yang belum pernah ku dapatkan di sekolah, setelah acara diskusi kader selesai, bapak Darmoko salah satu tamu undangan acara diskusi kader hari ini mangajakku untuk mengikuti lomba melukis, entah mengapa pak Darmoko mengajakku untuk ikut lomba, ternyata pak Darmoko tertarik dengan coretan tangan ku di papan menu baru di depan cafe Ayah, kata pak Darmoko temanya cinta IPM, karena Ayah juga mendukungku, Akupun menerima penawaran dari pak Darmoko untuk mengikuti perlombaan itu, ternyata perlombaan itu diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) IPM Kalsel, siang itu berakhirlah acara diskusi kader, Aku dan Ayah menatap ruangan yang tadi dipakai anak-anak IPM  yang berantakan banyak sisa makanan kini sudah terlihat bersih kembali, Alhamdulillah ucap Ayah karena dia tak perlu membersihkan ruangan itu.

Saatnya telah tiba, dimana pada hari ini Aku mengikuti lomba melukis, dengan kurang percaya diri Aku tersenyum kepada semua peserta lomba, entah sampai saat ini Aku masih bingung apa yang ingin ku lukis, perlombaan ini tidak sama dengan lomba yang kuikuti saat melukis bak sampah saat SMP, dulu Aku hanya melukis dengan sesuka hatiku saja corat-coret tak karuan, tapi saat ini di beri tema cinta IPM, “cinta? apa Aku harus melukis sebuah hati yang berwarna merah? gumamku, kemudian saat perlombaan melukis dimulai, Aku hanya terdiam kebingungan apa yang harus Aku lukis, 30 menit telah berlalu Aku masih bingung ingin melukis apa, hingga Aku menemukan ide yang muncul di kepalaku, Aku pun mulai melukis, karena waktu yang di berikan 2 jam, jadi Aku melukisnya dengan santai karena Aku yakin Aku bisa menyelesaikan lukisanku dengan tepat waktu, waktu pun terus berputar dan akhirnya Aku sudah menyelesaikan lukisanku bersamaan dengan habisnya waktu yang ada, Aku memang tak berharap untuk menang karena sudah berani mencoba bagiku itu sudah keren hehe. Tak lama menunggu, pengumuman pemenang melukis pun diumumkan oleh ketua umum PW IPM Kalsel, Aku sudah menduga saat pengumuman pemenang juara Aku tidak memenangi juara 3, 2, bahkan juara 1, ternyata memang benar dugaanku, tapi di akhir penyampaian pemenang juara 1, 2, dan 3 ternyata ada kategori lukisan terunik, dan ya ternyata Aku, entahlah coretan tanganku selalu menjuarai lukisan terunik, padahal Aku hanya menggambarkan sebuah gitar besar kemudian ada banyak anak IPM di dalam gitar itu, hingga Aku di tanya oleh ketua umum PW IPM Kalsel, apa maksud dari gambaranku, dan Akupun bercerita, bahwa sebenarnya Aku gemar bermain gitar dan Aku juga gemar ber-IPM, “keduanya memberi ku cinta jawabku, bermain gitar membuatku merasa tenang, dan mengikuti IPM Aku mendapatkan banyak pengalaman dan teman bahkan ilmu, dan keduanya membuatku tidak ingin melepaskan nya, jadi cinta ku kepada IPM tidak perlu di lukiskan, setelah Aku menceritakan semuanya kepada seluruh peserta, panitia, dan juri, tiba-iba semua orang bertepuk tangan, entah kenapa jadi bertepuk tangan bahkan Aku lupa apa saja yang telah kuucap saat itu sampai semuanya bertepuk tangan, dan di hari itulah Aku telah menyelesaikan 3 hal yang belum pernah kulakukan diusiaku yang masih 16 tahun ini, hari ini Aku dapat berbicara di depan orang banyak, menceritakan tentang kegemaranku dalam bermain gitar, dan yang terakhir Aku dapat bermain gitar dan menghibur semuanya dipenutupan acara melukis  pada hari  ini, Aku bermain gitar sambil bernyanyi (memainkan gitar dengan lagu janji kader).

Trisna Yulianty
PD IPM Banjarbaru
Peserta Lomba Cerita Aku dan IPM

No comments