Buku Terbaru

2013 - 2018



Mengubah semua watak dan perbuatan adalah hak masing-masing individu, dan yang bebas membolak-balikan hati adalah  hak Allah SWT.

Ada satu hal yang perlu dicamkan semua individu adalah memperbaiki diri, itu adalah niat baik dan setiap niat baik ada pahalanya.

Perkenalkan namaku Judin, seorang pelajar dan juga penggerak organisasi. Semua berawal 5 tahun silam yang lalu dimana umurku menginjak 15 tahun, baru berada di bangku sekolah kelas 9 SMP dan disinilah awal ceritaku dimulai.

Bisa dikatakan Aku adalah salah satu aktivis kekerasan di kalangan remaja di daerahku, Aku tinggal di daerah perkampungan yang sangat terkenal dengan perbuatan anarkisnya. Bahkan, salah satu saudara tuaku merupakan seorang mantan preman di daerahku. Setiap sepekan sekali ada jadwal yang selalu Aku dan kawan-kawan susun untuk selalu mencari korban dihajar dengan kekerasan atau sebuah tauran antar pelajar maupun kampung. Sebenarnya Aku di didik oleh keluarga yang kuat ilmu agamanya, namun karena lingkungan terlalu mendominasi kehidupanku maka itulah yang berhasil mendidikku.

Semua barang haram telah Aku coba dari minuman keras, ekstasi, merokok, menghisap lem (nge-lem), bahkan meracik miras oplosan. Semua itu kegiatanku sehari hari, gengsi latar belakang tempat tinggalku yang menjadi pemikiran kami semua adalah wujud perbuatan kami. Belum lagi ditambah kegiatan pacaran yang telah menjadi hukum wajib untuk kami.

Saat berada di ruang lingkup sekolah setiap hari sabtu kami selalu mencari gara-gara dengan anak sekolah lain entah itu kami yang salah atau mereka.Kebetulan kalangan teman-teman di tempat tinggalku juga satu sekolah denganku jadi visi kekerasan sangat melekat di kekerabatan kami. Kegiatan yang menurut kami menyenangkan itu selalu berlangsung tak kenal waktu entah siang atau pun malam bahkan dinihari.

Tapi zaman itu berlalu tibalah saat nya Aku masuk di sekolah menengah atas milik Muhammadiyah, status sebagai murid baru pun Aku sandang tapi walau Aku berada dibangku SMA yang berbasis keislaman itu tidak menghalangi sifat alamiku sebagai seorang predator. Hari kedua Aku masuk sekolah sebagai murid baru Aku sudah punya konflik dengan teman sekelasku hampir terjadi baku pukul. Dua bulan kemudian Aku kembali berkonflik dengan kakak kelasku sampai baku pukul di lapangan, sebenarnya dari konflik diatas bukan Aku yang salah tapi mereka yang cari masalah.

Semua masalah berlalu tibalah saatnya Aku dipertemukan dengan sebuah organisasi yang belumku tahu bahkan kumengerti sebelumnya. Mereka menyebut organisasi itu bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah, menurutku di awal ini adalah OSIS yang dimodifikasi. Sebelumnya Aku sempat menolak untuk bergabung dengan IPM namun mereka yang berada di IPM selalu memintaku dan mengatakan Aku memiliki potensi untuk berada di IPM. Aku sempat bingung, seorang yang banyak punya masalah negatif malah diajak gabung disebuah organisasi, dimana menurutku isinya orang baik semua.

Inilah awal cinta pada pandangan pertamaku dengan IPM. Biasanya di organisasi pelajar lain, mereka tidak pernah membangun struktur mereka dengan seseorang yang buruk latar belakangnya sekali pun orang tersebut memiliki potensi. Hanya orang-orang berkepribadian baik yang mereka bangun ,hal ini berbeda dengan IPM, mereka yang berada di IPM tidak pernah memandang seseorang hanya dengan keburukannya sifat selalu berprasangka baik selalu di tanamkannya kepada kader-kadernya.

Tibalah sebuah kegiatan TARUNA MELATI namanya, kegiatan ini belum pernah kudengar sebelumnya tapi yang Aku tahu di kegiatan ini lah ideologiku dibangun apa itu al islam, apa itu muhammadiyah, dan siapa itu IPM. Disinilah awalku memahami semuanya. Jiwaku terlahir kembali, pemahaman agamaku diluruskan kembali, ilmu kehidupanku di godok di sini, potensiku digali diperkumpulan ini. IPM sebuah organisasi luar biasa, melalui pakaian seragamnya pun membuatmu berkelakuan baik, kenapa bisa? itu hanya sebuah pakaian seragam? Benar, tapi hanya ketika memakai seragam IPM-lah Aku merasa malu ketika waktu sholat telah tiba dan Aku melalaikannya. Karena IPM organisasi pelajar yang terkenal dngan ketaatannya dalam kewajiban ibadah. Di IPM-lah semua duniaku berubah, yang dulu Aku adalah seorang yg suka berkelahi sesama pelajar tapi di IPM Aku dituntut untuk membela pelajar yang tidak adil haknya, dulu Aku seorang pengguna barang haram sekarang Aku dituntut menjadi pelopor pelajar penolak barang haram, dulu Aku sang romeo sekarang Aku menjadi penyebar penolak juliet (anti pacaran), dulu mulutku selalu mengatakan kata hajar hajar hajar sekarang menyerukan kata belajar belajar belajar.

IPM juga mengubah pemikiranku terhadap sekolah, dulu Aku pernah berfikir Aku sekolah di Sekolah Muhammadiyah hanya untuk pelarian saja karena Aku tidak lulus tes di sekolah favorit yang ingin Aku masuki. Semua itu hanya untuk menghilangkan rasa malu seandainya Aku tidak sekolah. Tapi IPM mengubahku, bahkan Aku punya gelar siswa terpopuler disekolah karena disetiap kegiatan apapun Aku pasti ada di dalamnya entah menjadi ketua pelaksana atau teknisi acara. Melalui IPM sekarang Aku menjadi pemuda yang aktif. Semua kebiasaan burukku diubah ke hal yang lebih positif dan bermanfaat, Aku seorang pemain futsal disalah satu tim besar dikotaku, Aku juga seorang anggota marching band, dan anggota tim debat disekolahku.

Terkadang hatiku suka berdiskusi ringan tentang masa laluku yang sangat Aku sesali, karena Aku kehilangan seberapa persen dari masa muda yang telahku isi dengan hal yang tidak bermanfaat bahkan merugikan orang lain. Tetapi positifnya adalah Aku bisa bercerita masalaluku kepada generasi akan datang untuk sebuah pembelajaran.

"Jauh akan lebih baik,seseorang kehilangan masa mudanya ketimbang masa depannya".


Muhammad Sirajudin
PD IPM Kab. Banjar
Peserta Lomba Menulis Cerita Aku dan IPM

No comments